<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Generasi Harun Yahya Blog</title>
	<atom:link href="http://harunsetya.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://harunsetya.wordpress.com</link>
	<description>Penerus Perjuangan Harun Yahya</description>
	<lastBuildDate>Fri, 13 Jan 2012 13:14:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='harunsetya.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/39b9406b82386aa364df17d3e51ab8a9?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Generasi Harun Yahya Blog</title>
		<link>http://harunsetya.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://harunsetya.wordpress.com/osd.xml" title="Generasi Harun Yahya Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://harunsetya.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Hidayah dari Teras Masjid</title>
		<link>http://harunsetya.wordpress.com/2010/02/26/hidayah-dari-teras-masjid/</link>
		<comments>http://harunsetya.wordpress.com/2010/02/26/hidayah-dari-teras-masjid/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Feb 2010 16:32:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>harunsetya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[hidayah]]></category>
		<category><![CDATA[mesjid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://harunsetya.wordpress.com/?p=58</guid>
		<description><![CDATA[Gelisah karena mengambil barang yang bukan haknya. Namun karena ketakutannya pada Allah SWT. Segalanya kemudian berubah menjadi lebih indah Hidayah dari Teras Masjid Seperti biasa, selepas shalat Isya berjamaah kami berkumpul di teras masjid. Kami bicara hal-hal yang bermanfaat, kadang berkaitan dengan memakmurkan masjid. Tidak jarang di antara kami saling menceritakan isi buku yang baru [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harunsetya.wordpress.com&amp;blog=11705786&amp;post=58&amp;subd=harunsetya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><em><span style="color:#00ff00;">Gelisah karena mengambil barang yang bukan haknya. Namun karena ketakutannya pada Allah SWT. Segalanya kemudian berubah menjadi lebih indah</span><span id="more-58"></span></em></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#99cc00;"><strong>Hidayah dari Teras Masjid</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#c0c0c0;">Seperti biasa, selepas shalat Isya berjamaah kami berkumpul di teras masjid. Kami bicara hal-hal yang bermanfaat, kadang berkaitan dengan memakmurkan masjid. Tidak jarang di antara kami saling menceritakan isi buku yang baru dibacanya, dan biasanya kami sangat suka mendengarkan kisah Rasulullah SAW, para sahabat dan para ulama terdahulu.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#c0c0c0;">Setelah mendengar kisah-kisah itu, kami serasa seperti baterei yang  <em>dicharge</em>. Semangat kami  untuk melaksanakan amalan-amalan shalih seperti dipompa lagi.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#c0c0c0;">Malam itu giliran salah satu saudara kami, Pak Parno, yang bercerita tentang Ibrahim bin Adham. Kisah ini, katanya, sangat terkenal, banyak dimuat di media massa dan sudah banyak yang mendengarnya. Saya sendiri, baru mendengar malam itu dari beliau yang sehari-harinya memang kutu buku.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#c0c0c0;">Ringkas cerita, Ibrahim bin Adham mendengar dari malaikat bahwa ibadahnya tidak diterima Allah SWT selama 40 hari. Sebab, sebelumnya ketika membeli kurma dia mengambil sebiji kurma yang terjatuh dan bukan termasuk ke dalam bagian kurma yang ia beli, tanpa seijin penjualnya. Sesuatu yang saat ini sudah biasa bagi kita, tapi menjadi suatu petaka bagi seorang shalih macam Ibrahim bin Adham.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#c0c0c0;">Ketika kami sekeluarga dalam perjalanan menengok orangtua, iseng-iseng saya membuka laci mobil dan di situ terlihat sebungkus jagung goreng, atau orang Jawa biasa menyebutnya marning. Tanpa banyak cakap, marning  itu langsung saya santap. Pikir saya, wong mobil saya yang punya, berarti marning yang ada di dalam mobil ini tidak masalah kalau saya makan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#c0c0c0;">Ketika marning itu tinggal beberapa biji, tiba-tiba saya teringat cerita Pak Parno dengan Ibrahim bin Adham-nya. Astaghfirullah, sontak saya setengah berteriak hingga mengagetkan seluruh isi mobil. Mengabaikan muka-muka bingung dari penumpang mobil, saya buru-buru mengambil telepon seluler dan segera menelpon ke Surabaya, menghubungi para penumpang antar jemput karyawan yang setiap harinya saya layani dengan mobil ini. Saya asumsikan marning tersebut milik salah seorang penumpang antar jemput yang kelupaan sehingga tertinggal di mobil.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#c0c0c0;">Ternyata tidak ada seorang pun yang mengaku menjadi empunya makanan kecil yang renyah itu. Hati saya berdetak kian kencang, takut kalau-kalau sebentar lagi Allah mengutus Izrail mengambil kembali ruh saya, dalam keadaan saya belum sempat mendapat keihklasan dari yang punya marning tadi, astaghfirullah.<br />
Pas putus asa sudah terasa di depan mata, saya menelepon ke rumah dengan sedikit harapan barangkali ada informasi lain yang berguna. Ketika itu sopir saya yang mengangkat telepon, dan dengan semangat yang hampir luruh saya menanyakan perihal marning tadi. Apa yang saya dengar?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#c0c0c0;">Sopir saya dengan suara gemetaran menahan takut mengaku bahwa dialah yang meninggalkan marning di mobil, dua hari sebelumnya karena terlupa.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#c0c0c0;">&#8220;Mohon maaf Pak, saya lupa belum membersihkan mobil,&#8221; ungkapnya terbata-bata. <em>Subhanallah, </em>Allah masih memberi saya kesempatan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#c0c0c0;">&#8220;Tak masalah, aku minta maaf dan minta kamu ikhlas marningmu aku makan. Karena kalau kamu tidak ikhlas, apa jadinya kalau aku keburu mati ketika makan barang haram, &#8221; jawab saya sambil menahan tangis. Adegan selanjutnya adalah saya sibuk menjawab celotehan kedua permata hati dan istri saya, tentang apa yang barusan terjadi. Alhamdulillah, saya bisa berdakwah kepada keluarga saya dengan hanya menceritakan pengalaman pribadi tadi.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#c0c0c0;">Tak terasa rumah orangtuaku makin dekat. <em>Ya Allah, berikan aku hidup istiqomah di jalan-Mu dan akhir yang khusnul khotimah. </em><em>Ya Allah, masukkan aku ke surga-Mu dan pertemukan aku dengan Rasulullah dan Ibrahim bin Adham. </em><em>Amin.</em></span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#c0c0c0;"><strong><em>Hidayatullah.com</em></strong></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/harunsetya.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/harunsetya.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/harunsetya.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/harunsetya.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/harunsetya.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/harunsetya.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/harunsetya.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/harunsetya.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/harunsetya.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/harunsetya.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/harunsetya.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/harunsetya.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/harunsetya.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/harunsetya.wordpress.com/58/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harunsetya.wordpress.com&amp;blog=11705786&amp;post=58&amp;subd=harunsetya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://harunsetya.wordpress.com/2010/02/26/hidayah-dari-teras-masjid/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b085cf5b0834c903da731039fd04b590?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">harunsetya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mencari Surga</title>
		<link>http://harunsetya.wordpress.com/2010/02/26/mencari-surga/</link>
		<comments>http://harunsetya.wordpress.com/2010/02/26/mencari-surga/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Feb 2010 16:29:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>harunsetya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[cari]]></category>
		<category><![CDATA[surga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://harunsetya.wordpress.com/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[Tidak jarang, untuk meniti jalan kebenaran, teramat banyak pengorbanan yang mesti dilakukan. Tetapi dasar manusia, lebih banyak promosi dan koarnya ketimbang pengorbanannya yang belum seberapa, padahal kita sama sekali belum diuji. Belum, bahkan belum tiba ujian sesungguhnya Mencari Surga Dan butiran pepasir itu pun menangis saat rintihan Yasir bergelung di langit menahan pedihnya siksaan. Langit [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harunsetya.wordpress.com&amp;blog=11705786&amp;post=56&amp;subd=harunsetya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;">Tidak jarang, untuk meniti jalan kebenaran, teramat banyak pengorbanan yang mesti dilakukan. Tetapi dasar manusia, lebih banyak promosi dan koarnya ketimbang pengorbanannya yang belum seberapa, padahal kita sama sekali belum diuji. Belum, bahkan belum tiba ujian sesungguhnya</span><span id="more-56"></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#0000ff;"><strong>Mencari Surga</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong> </strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#00ff00;"><span style="color:#00ff00;">Dan butiran pepasir itu pun menangis saat rintihan Yasir bergelung di langit menahan pedihnya siksaan. Langit men</span>dung tak kuasa menahan murungnya ketika Sumayyah merapatkan kedua bibirnya, sesaat kemudian gerigi atasnya mencengkeram kuat – kuat bibir bawahnya. Setetes air mata tak nampak dari sudut matanya meski ribuan tetes darah menghiasi nyaris seluruh raganya. Satu persatu nafas Yasir dan Sumayyah meninggalkan jasad ringkihnya, senyum kemenangan kedua orangtua sahabat Amr bin Yasir itu melambaikan tangan menyambut panggilan lembut para bidadari Surga. Beberapa hasta dari dua jasad mewangi itu, seorang pemuda belia tengah menghadapi maut untuk menapaki langkah – langkah kedua orangtuanya. Bibirnya bergetar dengan tak henti menyebut nama agung Tuhannya. Ya, Amr bin Yasir, meski sebagian orang sempat meragukan keimanannya, di kemudian hari ia justru menjadikan dirinya sebagai tameng Rasulullah di berbagai kesempatan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#00ff00;">Menjelang perang Uhud dimulai, bersama suaminya, Zaid bin Ashim dan kedua putranya, Habib dan Abdullah, ia keluar ke bukit Uhud. Lalu Rasulullah Saw bersabda kepada mereka, &#8220;Semoga Allah memberikan berkah kepadamu semua.&#8221; Setelah itu perempuan bidadari perang Uhud itu berkata kepada beliau, &#8220;Berdo&#8217;alah kepada Allah semoga kami dapat menemani engkau di surga kelak, ya Rasulullah!&#8221; Lalu Nabi Saw berdo&#8217;a, &#8220;Ya Allah jadikanlah mereka itu teman – temanku di Surga.&#8221; Maka perempuan itupun berkata lantang, &#8220;Aku tidak akan mempedulikan persoalan dunia menimpa diriku.&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#00ff00;">Dialah Ummu Amarah, Nusaibah binti Ka&#8217;ab Al Maziniay. Rasulullah menobatkannya sebagai bidadari surga karena perannya membela Rasulullah saat pasukan muslimin terdesak pada perang Uhud. Bersama Mush&#8217;ab bin Umair yang kemudian menemui syahid setelah mendapatkan puluhan tusukan di tubuhnya, Nusaibah menghadang Qam&#8217;ah, orang yang dipersiapkan membunuh Rasulullah dalam perang tersebut. Dua belas tusukan dan salah satunya mengenai leher Nusaibah. Bilah – bilah pedang yang satu persatu menghujam tubuhnya, ujung – ujung cadas tombak, dan barisan anak panah yang menghias tubuhnya, dirasainya sebagai sentuhan lembut para penghuni Surga. Darah mengalir dari setiap inci tubuhnya, air matanya menjadi saksi tak terbantahkan untuk memuluskan jalannya ke surga Allah. Dan debu bukit Uhud pun terharu menerima dentuman tubuhnya, tak henti – hentinya milyaran debu itu bersaksi akan harumnya wangi surga dari tubuh perempuan mulia itu.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#00ff00;">Adalah Mush’ab bin Umair, aroma mewangi sudah tercium persis di depan hidung meski pemuda tampan itu masih berada puluhan meter jauhnya. Pakaiannya terbaik, terbagus dan termahal dari yang pernah dimiliki siapapun di tanah Makkah. Ketampanannya tak terkira, siapa memandang pasti terpesona, bahkan para lelaki pun iri. Siapa yang tak mengenalnya, pemuda perlente anak seorang bangsawan yang kesohor. Tetapi bukan itu yang membuatnya tercatat dalam sejarah manusia mulia pengikut Muhammad. Begitu terucap dari mulut wanginya kalimat Syahadat, bertambah wangi lah setiap sisi rongga mulutnya, wajah yang tampan semakin bersinar penuh cahaya kemuliaan meski tak lagi ia mengenakan gamis kebangsawanan, walau ia menanggalkan semua atribut yang menjadi simbol – simbol kebesaran. Mush’ab tetap tampan, kharismatik, dan menjadi teladan bagi pemuda dan remaja dimasanya, terlebih saat ia dipercaya sebagai duta pertama Rasulullah ke Madinah. Cita-citanya untuk tetap bersama Rasulullah di Surga kelak, di amin – kan oleh seluruh isi langit dan bumi, karena seorang pemuda kaya raya nan tampan itu syahid dengan tubuh penuh lubang dan sayatan. Ia menjadi tameng Rasullullah pada perang Uhud. Meski darah dan debu membaluti wajah dan tubuhnya, siapa yang bisa melepaskan bayang – bayang kharismanya?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#00ff00;">Ada seorang budak hitam legam berasal dari Negeri Habasyah (Negeri Ethiopia yang yang hingga kini terus dicengkeram kelaparan). Bertahun – tahun menjadi budak, diinjak – injak, dicaci, diludahi, bahkan dihalalkan darahnya untuk dibunuh oleh sang majikan. Namun Allah mengangkat derajat Bilal bin Rabbah dengan Islam. Hidayah Allah justru turun kepada manusia yang dihinakan oleh manusia lainnya, budak hitam yang orang mensebandingkan hitamnya seperti pantat kuali itu, sesungguhnya putih berseri serta memancarkan kemilauan di mata Allah, Rasulullah dan orang – orang beriman. Saat sang majikan, Suhail, menindihkan batu besar dan panas diatas tubuh budak itu, hanya kata, “Ahad, Ahad …” yang keluar dari mulutnya hingga kemudian seorang sahabat membebaskannya. Jika boleh dan bisa batu itu berbicara, mungkin ia akan berteriak lantang menolak menindih tubuh mulia itu, atau bahkan memilih hancur berkeping – keping ketimbang harus menjadi perantara tangan Suhail untuk menyentuh kulit kasar namun indah itu. Adakah alasan surga tak menginginkan budak hitam ini menjadi salah satu penghuni terhormatnya?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#00ff00;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#00ff00;">Dan batu – batu pun iri, debu pun menangis, para cemeti itu menjadi cermin keikhlasan. Bilah – bilah pedang menampung tetes air mata dan darah yang kelak sebagai pemulus jalan membentang menuju surga, bahkan ujung tombak dan mata anak panah bersaksi, betapa orang – orang itu mulia karena perjuangan dan keteguhannya. Mereka tak pernah mencari surga, karena justru surga betul – betul menanti mereka untuk menyinggahi setiap singgasananya, mengarungi riak – riak sungai kautsar yang diatasnya berbagai buah segar dan menawan menanti untuk dinikmati. Tak lupa, bidadari-bidadari cantik nan bermata jeli, membuka tangannya menyambut kehadiran manusia – manusia yang seluruh penghuni langit memujinya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#00ff00;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#00ff00;">Berjalan di muka bumi, sama dengan berjalan diatas batu kerikil tajam yang setiap saat akan siap menghunus telapak kaki ini. Jika tak lengkapi diri dengan kesiapan dan ketahanan yang luar biasa, tentu takkan jauh jalan yang bisa ditapaki. Hidup pasti akan selalu beriringan dengan kesulitan, tetapi tak pernah Allah menciptakan kesulitan tanpa diciptakannya pula pintu keluarnya. Bukan maksud Allah membuat sulit hidup manusia, karena Allah juga memberikan petunjuk – petunjuknya. Tapi sekali lagi, mengikuti petunjuk itu pun bukan tanpa cobaan. Hanya dengan keteguhan dan perjuangan, semua akan bermuara pada kebahagiaan. Masalahnya, sedikit sekali dari kita yang kuat bertahan pada cobaan. Adakah butir – butir debu yang menangis karena melihat kesungguhan perjuangan hidup kita? Ah, nampaknya justru kita lah yang terlalu cengeng.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#00ff00;">Tidak jarang, untuk meniti jalan kebenaran, teramat banyak pengorbanan yang mesti dilakukan. Tetapi dasar manusia, lebih banyak promosi dan koarnya ketimbang pengorbanannya yang belum seberapa, padahal kita sama sekali belum diuji. Belum, bahkan belum tiba ujian sesungguhnya. Yang saat ini kita hadapi dan jalani baru riak – riak di pinggir pantai sebelum kita benar – benar mengarugi lautan yang penuh ombak serta karang yang menghancurkan. Coba periksa, di bagian mana dari tubuh ini yang tercabik – cabik penuh darah sebagai bukti besarnya pengorbanan dalam meniti kebenaran? Hmm.. bahkan kita masih enggan untuk menukar sedikit saja yang kita miliki dengan keagungan cinta – Nya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#00ff00;">Ini belum terbukti! Hingga satu saat kita dihadapkan pada satu pilihan, mati dengan torehan tinta emas kemuliaan atau tetap hidup diatas perisai hina. Nanti akan terbukti! Hidup ini akan berakhir pada ketetapan atas kebenaran, atau sebaliknya, disaat kehormatan pun berpaling. Adakah neraka Allah tak menerima manusia tampan, cantik, kaya raya namun berakhir pada kenistaan? <strong>Wallahu ‘a’lam bishshowaab. </strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#00ff00;"><strong>Eramuslim</strong></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/harunsetya.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/harunsetya.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/harunsetya.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/harunsetya.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/harunsetya.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/harunsetya.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/harunsetya.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/harunsetya.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/harunsetya.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/harunsetya.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/harunsetya.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/harunsetya.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/harunsetya.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/harunsetya.wordpress.com/56/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harunsetya.wordpress.com&amp;blog=11705786&amp;post=56&amp;subd=harunsetya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://harunsetya.wordpress.com/2010/02/26/mencari-surga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b085cf5b0834c903da731039fd04b590?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">harunsetya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Abdurrahman bin Auf</title>
		<link>http://harunsetya.wordpress.com/2010/02/26/abdurrahman-bin-auf/</link>
		<comments>http://harunsetya.wordpress.com/2010/02/26/abdurrahman-bin-auf/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Feb 2010 16:23:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>harunsetya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Abdurrahman]]></category>
		<category><![CDATA[auf]]></category>
		<category><![CDATA[bin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://harunsetya.wordpress.com/?p=52</guid>
		<description><![CDATA[Abdurrahman bin Auf termasuk kelompok delapan yang mula-mula masuk Islam termasuk kelompok sepuluh yang diberi kabar gembira oleh Rasulullah masuk surga; termasuk enam orang sahabat yang bermusyawarah (sebagai formatur) dalam pemilihan khalifah sesudah Umar bin Khattab r.a.; dan seorang mufti yang dipercayai Rasulullah SAW untuk berfatwa di Madinah selagi beliau masih hidup di tengah-tengah masyarakat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harunsetya.wordpress.com&amp;blog=11705786&amp;post=52&amp;subd=harunsetya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;">Abdurrahman bin Auf termasuk kelompok delapan yang mula-mula masuk Islam termasuk kelompok sepuluh yang diberi kabar gembira oleh Rasulullah masuk surga; termasuk enam orang sahabat yang bermusyawarah (sebagai formatur) dalam pemilihan khalifah sesudah Umar bin Khattab r.a.; dan seorang mufti yang dipercayai Rasulullah SAW untuk berfatwa di Madinah selagi beliau masih hidup di tengah-tengah masyarakat kaum muslimin.</span><span id="more-52"></span></p>
<h2 style="text-align:center;"><a href="http://harunsetya.files.wordpress.com/2010/02/002.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-53" title="002" src="http://harunsetya.files.wordpress.com/2010/02/002.jpg?w=497" alt=""   /></a></h2>
<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#008000;">Abdurrahman bin Auf</span></h2>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;">Abdurrahman bin Auf termasuk kelompok delapan yang mula-mula masuk Islam termasuk kelompok sepuluh yang diberi kabar gembira oleh Rasulullah masuk surga; termasuk enam orang sahabat yang bermusyawarah (sebagai formatur) dalam pemilihan khalifah sesudah Umar bin Khattab r.a.; dan seorang mufti yang dipercayai Rasulullah SAW untuk berfatwa di Madinah selagi beliau masih hidup di tengah-tengah masyarakat kaum muslimin.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;">Namanya pada masa jahiliah adalah Abd Amr. Setelah masuk Islam Rasulullah SAW memanggilnya Abdurrahman bin Auf. Itulah dia Abdurrahman bin Auf r.a.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;">Abdurrahman bin Auf masuk Islam sebelum Rasulullah SAW masuk ke rumah Al-Arqam, yaitu dua hari sesudah Abu Bakar ash-Shidiq masuk Islam. Sama halnya dengan kelompok kaum muslimin yang pertama-tama masuk Islam, Abdurrahman bin Auf tidak luput dari penyiksaan dan tekanan dari kaum kafir Quraisy, tetapi dia sabar dan tetap sabar. Pendiriannya teguh dan senantiasa teguh. Dia menghindari dari kekejaman kaum Quraisy, tetapi selalu setia dan patuh membenarkan risalah Muhammad. Kemudian dia turut pindah (hijrah) ke Habasyah bersama-sama kawan-kawan seiman untuk menyelamatkan diri dan agama dari tekanan kaum Quraisy yang senantiasa menerornya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;">Tatkala Rasulullah SAW dan para sahabat beliau diijinkan Allah hijrah ke Madinah. Abdurrahman menjadi pelopor bagi orang-orang yang hijrah untuk Allah dan Rasul-Nya. Dalam perantauan, Rasulullah mempersaudarakan orang-orang muhajirin dan orang-orang Anshar. Maka Abdurrahman bin Auf dipersaudarakan dengan Sa&#8217;ad bin Rabi&#8217; al-Anshari r.a.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;">Pada suatu hari Sa&#8217;ad berkata kepada saudaranya, Abdurrahman, &#8220;Wahai saudaraku Abdurrahman! Aku termasuk orang kaya di antara penduduk Madinah. Hartaku banyak. Saya mempunyai dua bidang kebun yang luas, dan dua orang pembantu. Pilihlah olehmu salah satu di antara kedua kebun itu, kuberikan kepadamu mana yang kamu sukai. Begitu pula salah seorang di antara kedua pembantuku, akan kuserahkan mana yang kamu senangi, kemudian aku nikahkan engkau dengan dia.&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;">Jawab Abdurrahman bin Auf, &#8220;Semoga Allah melimpahkan berkah-Nya kepada Saudara, kepada keluarga Saudara, dan kepada harta Saudara. Saya hanya akan minta tolong kepada Saudara menunjukkan di mana letaknya pasar Madinah ini.&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;">Sa&#8217;ad menunjukkan pasar tempat berjual beli kepada Abdurrahman. Maka, mulailah Abdurrahman berniaga di sana, berjual beli, melaba dan merugi. Belum berapa lama dia berdagang, terkumpullah uangnya sekadar cukup untuk mahar menikah. Dia datang kepada Rasulullah memakai harum-haruman. Beliau menyambut kedatangan Abdurrahman seraya berkata, &#8220;Wah, alangkah wanginya kamu, hai Abdurrahman.&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;">Kata Abdurrahman, &#8220;Saya hendak menikah ya Rasulullah.&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;">Tanya Rasulullah, &#8220;Apa mahar yang kamu berikan kepada istrimu?&#8221; Jawab Abdurrahman, &#8220;Emas seberat biji kurma.&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;">Kata Rasulullah, &#8220;Adakan kenduri, walau hanya dengan menyembelih seekor kambing. Semoga Allah memberkati pernikahanmu dan hartamu.&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;">Kata Abdurrahman, &#8220;Sejak itu dunia datang menghadap kepadaku (hidupku makmur dan bahagia). Hingga seandainya aku angkat sebuah batu, maka dibawahnya kudapati emas dan perak.&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;">Dalam Perang Badar, Abdurrahman turut berjihad fi sabilillah, dan dia berhasil menewaskan musuh-musuh Allah, antara lain Umair bin Utsman bin Ka&#8217;ab bin Auf at-Taimy. Dalam Perang Uhud, dia tetap teguh bertahan di samping Rasulullah, ketika tentara muslimin banyak yang meninggalkan medan laga. Ketika selesai perang dan kaum muslimin keluar sebagai pemenang, Abdurrahman mendapatkan hadiah sembilan luka parah menganga di tubuhnya dan dua puluh luka kecil. Walau luka kecil, namun di antaranya ada yang sedalam anak jari. Sekalipun begitu, perjuangan dan pengorbanan Abdurrahman di medan tempur jauh lebih kecil bila dibandingkan dengan perjuangan dan pengorbanannya dengan harta benda.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;">Pada suatu hari Rasulullah SAW berpidato membangkitkan semangat jihad dan pengorbanan kaum muslimin. Beliau berdiri ditengah-tengah para sahabat. Kata beliau, antara lain, &#8220;Bersedekahlah tuan-tuan! Saya hendak mengirim satu pasukan ke medan perang.&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;">Mendengar ucapan Rasulullah SAW tersebut, Abdurrahman bergegas pulang ke rumahnya dan cepat pula kembali ke hadapan Rasululalh di tengah-tengah kaum muslimin. Katanya, &#8220;Ya Rasulallah! saya mempunyai uang emapt ribu. Dua ribu saya pinjamkan kepada Allah dan dua ribu saya tinggalkan untuk keluarga saya.&#8221; Lalu uang yang dibawa dari rumah itu diserahkan kepada Rasulullah dua ribu.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;">Sabda Rasulullah, &#8220;Semoga Allah melimpahkan berkah-Nya kepadamu terhadap harta yang kamu berikan dan semoga Allah memberkati pula harta yang kamu tinggalkan untuk keluargamu.&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;">Ketika Rasulullah bersiap untuk menghadapi Perang Tabuk, beliau membutuhkan jumlah dana dan tentara yang tidak sedikit, karena jumlah tentara musuh, yaitu tentara Rum cukup banyak. Di samping itu, Madinah tengah mengalami musim panas. Perjalanan ke Tabuk sangat jauh dan sulit. Dana yang tersedia hanya sedikit. Begitu pula hewan kendaraan tidak mencukupi. Banyak di antara kaum muslimin yang kecewa dan sedih karena ditolak Rasulullah SAW menjadi tentara yang akan turut berperang, sebab kendaraan untuk mereka tidak mencukupi. Mereka yang ditolak itu kembali pulang dengan air mata bercucuran kesedihan, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk disumbangkannya. Mereka yang tidak terima itu terkenal dengan nama Al-Bakkaain (orang yang menangis) dan pasukan yang berangkat terkenal dengan sebutan Jaisyul &#8216;Usrah (pasukan susah).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;">Karena itu, Rasulullah memerintah kaum muslimin mengorbankan harta benda mereka untuk jihad fie sabilillah. Dengan patuh dan setia kaum muslimin memperkenankan seruan Nabi yang mulia. Abdurrahman turut memelopori dengan menyerahkan dua ratus uqiyah emas. Maka kata Umar bin Khattab berbisik kepada Rasulullah SAW, &#8220;Agaknya Abdurrahman berdosa, tidak meninggalkan uang sedikit juga untuk istrinya.&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;">Rasulullah SAW bertanya kepada Abdurrahman, &#8220;Adakah engkau tinggalkan uang belanja untuk istrimu?&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;">Abdurrahman menjawab, &#8220;Ada! mereka saya tinggali lebih banyak daripada yang saya sumbangkan.&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;">Tanya Rasulullah SAW, &#8220;Berapa?&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;">Jawab Abdurrahman, &#8220;Sebanyak rezeki, kebaikan, dan upah yang dijanjikan Allah.&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;">Pasukan tentara muslimin berangkat ke Tabuk. Allah memuliakan Abdurrahman dengan kemuliaan yang belum pernah diperolah kaum muslimin seorang jua pun, yaitu ketika waktu salat sudah masuk, Rasulullah terlambat hadir. Maka, Abdurrahman menjadi imam salat berjamaah bagi kaum muslimin ketika itu. Setelah hampir selesai rakaat pertama, Rasulullah tiba, lalu beliau salat di belakang Abdurrahman dan mengikutinya sebagai makmum. Apakah lagi yang lebih mulia dan utama daripada menjadi imam bagi pemimpin umat dan pemimpin para nabi, yaitu Muhammad Rasulullah SAW</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;">Setelah Rasululalh SAW wafat, Abdurrahman bin Auf bertugas menjaga kesejahteraan dan keselamatan ummahatul mukminin (istri para Rasulullah). Dia bertanggung jawab memenuhi segala kebutuhan mereka dan mengadakan pengawalan bagi ibu-ibu yang mulia itu bila bepergian. Apabila para ibu tersebut pergi haji, Abdurrahman turut pula bersama-sama mereka. Dia yang menaikkan dan menurunkan para ibu itu ke atas haudaj (sekedup) khusus mereka. Itulah salah satu bidang khusus yang ditangani Abdurrahman. Dia pantas bangga dan bahagia dengan tugas dan kepercayaan yang dilimpahkan para ibu orang-orang mukmin kepadanya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;">Salah satu bukti yang dibaktikan Abdurrahman kepada ibu-ibu yang mulia, ia pernah membeli sebidang tanah seharga empat ribu dinar. Lalu tanah itu dibagi-bagikannya seluruhnya kepada fakir miskin Bani Zuhrah dan kepada para ibu-ibu orang mukmin, istri Rasulullah. Ketika jatah ibu Aisyah r.a. disampaikan orang kepadanya, ibu yang mulia itu bertanya, &#8220;Siapa yang menghadiahkan tanah itu buat saya?&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;">Orang itu menjawab, &#8220;Abdurrahman bin Auf.&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;">Kata ibu Aisyah r.a., Rasulullah SAW pernah bersabda, &#8220;T<em>idak ada orang yang kasihan kepada kalian sepeninggalku, kecuali orang-orang yang sabar</em>.&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;">Begitulah doa Rasulullah SAW bagi Abdurrahman. Semoga Allah senantiasa melimpahkan berkah-Nya sepanjang hidupnya, sehingga Abdurrahman menjadi orang terkaya di antara para sahabat. Perniagaannya selalu meningkat dan berkembang. Kafilah dagangnya terus-menerus hilir mudik dari dan ke Madinah mengangkut gandum, tepung, minyak, pakaian, barang-barang pecah-belah, wangi-wangian dan segala kebutuhan penduduk.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;">Pada suatu hari iring-iringan kafilah dagang Abdurrahman terdiri dari tujuh ratus unta bermuatan penuh tiba di Madinah. Ya! tujuh ratus ekor unta bermuatan penuh, tidak salah. Semuanya membawa pangan, sandang, dan barang-barang lain kebutuhan penduduk. Ketika mereka masuk kota, bumi seolah-olah bergetar. Terdengar suara gemuruh dan hiruk pikuk. Sehingga Aisyah bertanya, &#8220;Suara apa hiruk pikuk itu?&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;">Dijawab orang, &#8220;Kafilah Abdurrahman dengan iring-iringan tujuh ratus ekor unta bermuatan penuh membawa pangan, sandang serta lainnya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;">Kata Asiyah r.a. &#8220;Semoga Allah melimpahkan berkat-Nya bagi Abdurrahman dengan baktinya di dunia, serta pahala yang besar di akhirat. Saya mendengar Rasululalh SAW bersabda, &#8220;Abdurrahman bin Auf masuk surga dengan merangkak (karena surga sudah dekat sekali kepadanya).&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;">Sebelum menghentikan iring-iringan unta, seorang pembawa berita mengatakan kepada Abdurrahman bin Auf berita gembira yang disampiakan Aisyah, bahwa Abdurrahman bin Auf masuk surga. Serentak mendengar berita itu, bagaikan terbang ia menemuai ibu Aisyah. Katanya, &#8220;Wahai Ibu, apakah Ibu mendengar sendiri ucapan itu diucapkan Rasulullah?&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;">Jawab Aisyah, &#8220;Ya, saya mendengar sendiri.&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;">Abdurrahman melonjak kegirangan. Katanya, &#8220;Seandainya aku sanggup, aku akan memasukinya sambil berjalan. Sudilah ibu menyaksikan, kafilah ini dengan seluruh kendaraan dan muatannya, kuserahkan untuk jihad fisabilillah.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;">Sejak berita yang membahagiakan itu, Abdurrahman pasti masuk surga, maka semangatnya semakin memuncak mengorbankan kekayaannya di jalan Allah. Hartanya dinafkahkannya dengan kedua belah tangan, baik secara sembunyi-sembunyi atau terang-terangan, sehingga mencapai 40.000 dirham perak. Kemudian menyusul pula 40.000 dinar emas. Sesudah itu dia bersedekah lagi 200 uqiyah emas. Lalu diserahkannya pula 500 ekor kuda kepada para pejuang. Sesudah itu 1500 ekor unta untuk pejuang-pejuang lainnya dan tatkala dia hampir meninggal dunia, dimerdekakannya sejumlah besar budak-budak yang dimilikinya. Kemudian diwasiatkannya supaya memberikan 400 dinar emas kepada masing-masing bekas pejuang Perang Badar. Mereka berjumlah seratus orang, dan semua mengambil bagiannya masing-masing. Dia berwasiat pula supaya memberikan hartanya yang paling mulia untuk para ibu-ibu orang mukmin, sehingga ibu Aisyah sering mendoakannya, &#8220;Semoga Allah memberikannya minum dengan minuman dari telaga salsabil.&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;">Di samping itu, dia meningggalkan warisan pula untuk ahli warisnya sejumlah harta yang hampir tidak terhitung banyaknya. Dia meninggalkan kira-kira 1000 ekor unta, 100 ekor kuda, 3000 ekor kambing, dia beristri empat orang. Masing-masing mendapatkan pembagian khusus 80.000, di samping itu masih ada peninggalannya berupa emas dan perak, yang kalau dia bagi-bagikan kepada ahli warinsnya dengan mengampak, maka potongan-potongannya cukup menjadikan seorang ahli warisnya manjadi kaya raya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;">Begitulah karunia Allah SWT kepada Abdurrahman berkat doa Rasulullah kepadanya semoga Allah memberkatinya dan hartanya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;">Walaupun begitu kaya rayanya, harta kekayaan itu seluruhnya tidak mempengaruhi jiwanya yang penuh iman dan takwa. Apabila ia berada di tengah-tengah budaknya, orang tidak dapat membedakan di antara mereka, mana yang majikan dan mana yang budak.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;">Pada suatu hari dihidangkan orang kepadanya makanan, padahal dia puasa. Dia menengok makanan itu seraya berkata, &#8220;Mushab bin Umair tewas di medan juang. Dia lebih baik daripada saya, waktu dikafani, jika kepalanya ditutup, maka terbuka kainnya. Kemudian Allah membentangkan dunia ini bagi kita seluas-luasnya. Sesungguhnya saya sangat takut kalau-kalau pahala untuk kita disegerakan Allah memberikannya kepada kita (di dunia ini).&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;">Sesudah berkata begitu, dia mengangis tersedu-sesudu, sehingga nafsu makannya jadi hilang.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;">Berkatalah Abdurrahman bin Auf dengan ribuan karunia dan kebahagiaan yang diberikan Allah kepadanya. Rasulullah SAW yang ucapannya selalu terbukti benar telah memberinya kabar gembira dengan surga jannatun na&#8217;im.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;">Telah turut menghantarkan jenazahnya ke tempatnya terakhir di dunia, antara lain sahabat yang mulia Sa&#8217;ad bin Abi Waqqash. Pada salat jenazahnya turut pula, antara lain, Dzun Nurain, Utsman bin Affan. Kata sambutan saat pemakaman, Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;">Dalam sambutannya antara lain Ali berkata, &#8220;Anda telah mendapatkan kasih sayang, dan Anda berhasil menundukkan kepalsuan dunia. Semoga Allah senantiasa merahmati Anda. Amin!&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/harunsetya.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/harunsetya.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/harunsetya.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/harunsetya.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/harunsetya.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/harunsetya.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/harunsetya.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/harunsetya.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/harunsetya.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/harunsetya.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/harunsetya.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/harunsetya.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/harunsetya.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/harunsetya.wordpress.com/52/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harunsetya.wordpress.com&amp;blog=11705786&amp;post=52&amp;subd=harunsetya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://harunsetya.wordpress.com/2010/02/26/abdurrahman-bin-auf/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b085cf5b0834c903da731039fd04b590?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">harunsetya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://harunsetya.files.wordpress.com/2010/02/002.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">002</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cabang-cabang Iman</title>
		<link>http://harunsetya.wordpress.com/2010/02/14/46/</link>
		<comments>http://harunsetya.wordpress.com/2010/02/14/46/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Feb 2010 15:38:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>harunsetya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Cabang]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://harunsetya.wordpress.com/?p=46</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Iman itu lebih dari enam puluh cabang. Cabang yang paling utama adalah ucapan, &#8220;Laa ilaaha illallah&#8221; dan cabang yang paling rendah yaitu menyingkirkan kotoran dari jalan. (HR. Muslim) Cabang-cabang Iman &#8220;Iman itu lebih dari enam puluh cabang. Cabang yang paling utama adalah ucapan, &#8220;Laa ilaaha illallah&#8221; dan cabang yang paling rendah yaitu menyingkirkan kotoran dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harunsetya.wordpress.com&amp;blog=11705786&amp;post=46&amp;subd=harunsetya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">&#8220;<em>Iman itu lebih dari enam puluh cabang. Cabang yang paling utama adalah ucapan, &#8220;Laa ilaaha illallah&#8221; dan cabang yang paling rendah yaitu menyingkirkan kotoran dari jalan.</em></p>
<p style="text-align:center;">(<strong>HR. Muslim</strong>)<span id="more-46"></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#339966;"><strong>Cabang-cabang Iman</strong></span></p>
<p style="text-align:center;">&#8220;<em>Iman itu lebih dari enam puluh cabang. Cabang yang paling utama adalah ucapan, &#8220;Laa ilaaha illallah&#8221; dan cabang yang paling rendah yaitu menyingkirkan kotoran dari jalan.</em>&#8220;</p>
<p>(<strong>HR. Muslim</strong>)</p>
<p style="text-align:justify;">Al-Hafizh Ibnu Hajar telah meringkas hal tersebut dalam kitabnya <strong><em>Fathul Baari</em></strong>, sesuai keterangan Ibnu Hibban, beliau berkata, &#8220;Cabang-cabang ini terbagi dalam amalan hati, lisan dan badan.&#8221;</p>
<p><strong>Amalan Hati</strong><strong>: </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Adapun amalan hati adalah berupa i&#8217;tikad dan niat. Dan ia terdiri dari dua puluh empat sifat (cabang); iman kepada Allah, termasuk di dalamnya iman kepada Dzat dan Sifat-sifat-Nya serta pengesaan bahwasanya Allah adalah: &#8220;<em>Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia. Dan Dialah yang Maha Mendengar dan Maha Melihat</em>.&#8221; (<strong>Q.S. As-Syuraa: 11</strong>)</p>
<p style="text-align:justify;">Serta ber&#8217;itikad bahwa selain-Nya adalah makhluk. Beriman kepada Allah, beriman kepada Malaikat Malaikat, Kitab-Kitab dan para Rasul-Nya. Beriman kepada Qadar (ketentuan) Allah, yang baik maupun yang buruk.</p>
<p style="text-align:justify;">Beriman kepada hari Akhirat: Termasuk di dalamnya pertanyaan di dalam kubur, kenikmatan dan adzab Nya, kebangkitan dan pengumpulan di Padang Mahsyar, hisab (perhitungan amal), mizan (tim-bangan amal), shirath (titian di atas Neraka), Surga dan Neraka.</p>
<p style="text-align:justify;">Kecintaan kepada Allah, cinta dan marah karena Allah. Kecintaan kepada Nabi Shallallaahu &#8216;alaihi wa Salam dan yakin atas keagungan beliau, termasuk di dalamnya bershalawat atas Nabi Shallallaahu &#8216;alaihi wa Salam dan mengikuti sunnahnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Ikhlas, termasuk di dalamnya meninggalkan riya dan nifaq. Taubat dan takut, berharap, syukur dan menepati janji, sabar, ridha dengan qadha dan qadhar, tawakkal, kasih sayang dan tawadhu (rendah hati), termasuk di dalamnya menghormati yang tua, mengasihi yang kecil, meninggalkan sifat sombong dan bangga diri, meninggalkan dengki, iri hati dan emosi.</p>
<p><strong>Perbuatan Lisan:</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Ia terdiri dari tujuh cabang: Mengucapkan kalimat tauhid, yaitu bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak di sembah kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah rasul Allah, membaca Al-Qur&#8217;an, belajar ilmu dan mengajarkannya, berdo&#8217;a, dzikir, termasuk di dalamnya istighfar (memohon ampun kepada Allah), bertasbih (mengucapkan, &#8220;Subhanallah&#8221;, dan menjauhi perkataan yang sia-sia.<strong> </strong></p>
<p><strong>Amalan Badan:</strong></p>
<p>Ia terdiri dari tiga puluh delapan cabang:</p>
<p style="text-align:justify;">Yang berkaitan dengan materi bersuci baik secara lahiriyah maupun hukumiah: termasuk di dalamnya menjauhi barang-barang najis, menutup aurat, shalat fardhu dan sunnat, zakat, memerdekakan budak. Dermawan: termasuk di dalamnya memberikan makan orang lain, memuliakan tamu. Puasa baik fardhu maupun sunnat, i&#8217;tikaf, mencari lailatul qadar, haji, umrah dan thawaf. Lari dari musuh untuk mempertahankan agama: termasuk di dalamnya hijrah dari negeri musyrik ke negeri iman. Memenuhi nadzar, berhati-hati dalam soal sumpah (yakni bersumpah dengan nama Allah secara jujur, hanya ketika sangat membutuhkan hal itu), memenuhi kaffarat (denda), misalnya kaffarat sumpah, kaffarat hubungan suami-istri di bulan Ramadhan.</p>
<p style="text-align:justify;">Yang berkaitan dengan nafsu, ia terdiri dari enam cabang: menjaga diri dari perbuatan maksiat (zina) dengan menikah, memenuhi hak-hak keluarga, berbakti kepada kedua orang tua: termasuk di dalamnya tidak mendurhakainya, mendidik anak. Silaturahim, taat kepada penguasa (dalam hal-hal yang tidak merupakan maksiat kepada Allah), dan kasih sayang kepada hamba sahaya.</p>
<p style="text-align:justify;">Yang berkaitan dengan hal-hal umum, ia terdiri dari tujuh belas cabang: menegakkan kepemimpinan secara adil, mengikuti jama&#8217;ah, taat kepada ulil amri, melakukan ishlah (perbaikan dan perdamaian) di antara manusia termasuk di dalamnya memerangi orang-orang Khawarij dan para pemberontak. Tolong-menolong dalam kebaikan dan ketaqwaan, termasuk di dalam-nya amar ma&#8217;ruf nahi munkar (memerintahkan kebaikan dan melarang dari kemungkaran), melaksanakan hudud (hukuman-hukuman yang telah ditetapkan Allah).</p>
<p style="text-align:justify;">Jihad, termasuk di dalamnya menjaga wilayah Islam dari serangan musuh, melaksanakan amanat, di antaranya merealisasikan pembagian seperlima dari rampasan perang: Utang dan pembayaran, memuliakan tetangga, bergaul secara baik, termasuk di dalamnya mencari harta secara halal. Menginfakkan harta pada yang berhak, termasuk di dalamnya meninggalkan sikap boros dan foya-foya. Men-jawab salam, mendo&#8217;akan orang bersin yang mengucapkan alham-dulillah, mencegah diri dari menimpakan bahaya kepada manusia, menjauhi perkara yang tidak bermanfaat serta menyingkirkan kotoran yang mengganggu manusia dari jalan.</p>
<p style="text-align:justify;">Hadits di muka menunjukkan, bahwa tauhid (kalimat laa ilaaha illallah) adalah cabang iman yang paling tinggi dan paling utama. Oleh karena itu, para da&#8217;i hendaknya memulai dakwahnya dari cabang iman yang paling utama, kemudian baru cabang-cabang lain yang ada di bawahnya. Dengan kata lain, membangun fondasi terlebih dahulu (tauhid), sebelum mendirikan bangunan (cabang-cabang iman yang lain). Mendahulukan hal yang terpenting, kemudian disusul hal-hal yang penting.</p>
<p>Tauhid adalah yang mempersatukan bangsa Arab dan bangsa asing lainnya atas dasar Islam. Dari persatuan itu, tegaklah Daulah Islamiyah sebagai Daulah Tauhid.</p>
<p>Sumber: Jalan golongan yang selamat, Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu</p>
<p style="text-align:center;">&#8220;<em>Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu</em>&#8221; (<strong>Q.S. An Nuur 24:35</strong>).</p>
<p style="text-align:center;">&#8220;Wahai Rasulullah, katakanlah kepadaku satu ungkapan tentang Islam, yang saya tidak memintanya kepada siapapun kecuali kepadamu.&#8221; Rasulullah saw bersabda, &#8220;<em>Katakanlah, &#8216;Aku beriman kepada Allah,&#8217; kemudian Istiqamahlah</em>.&#8221; (<strong>H.R. Muslim</strong>)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/harunsetya.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/harunsetya.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/harunsetya.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/harunsetya.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/harunsetya.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/harunsetya.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/harunsetya.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/harunsetya.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/harunsetya.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/harunsetya.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/harunsetya.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/harunsetya.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/harunsetya.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/harunsetya.wordpress.com/46/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harunsetya.wordpress.com&amp;blog=11705786&amp;post=46&amp;subd=harunsetya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://harunsetya.wordpress.com/2010/02/14/46/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b085cf5b0834c903da731039fd04b590?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">harunsetya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Salju di Madinah</title>
		<link>http://harunsetya.wordpress.com/2010/02/14/salju-di-madinah/</link>
		<comments>http://harunsetya.wordpress.com/2010/02/14/salju-di-madinah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Feb 2010 15:34:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>harunsetya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[madinah]]></category>
		<category><![CDATA[Salju]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://harunsetya.wordpress.com/?p=44</guid>
		<description><![CDATA[Pada Hari Minggu, tanggal 13 January 2002, di Arab Saudi yang merupakan daerah gurun pasir yang sangat panas dimana matahari bersinar sepanjang hari, telah terjadi suatu fenomena alam yang langka, yaitu dengan turunnya salju dengan lebatnya Salju di Madinah Salju Telah Turun Di Dataran Arab Sebagai Salah Satu Tanda Datangnya Hari Kiamat. Sebagaimana diberitakan oleh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harunsetya.wordpress.com&amp;blog=11705786&amp;post=44&amp;subd=harunsetya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Pada Hari Minggu, tanggal 13 January 2002, di Arab Saudi yang merupakan daerah gurun pasir yang sangat panas dimana matahari bersinar sepanjang hari, telah terjadi suatu fenomena alam yang langka, yaitu dengan turunnya salju dengan lebatnya<span id="more-44"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;"><strong>Salju di Madinah</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Salju Telah Turun Di Dataran Arab Sebagai Salah Satu Tanda Datangnya Hari Kiamat. </strong>Sebagaimana diberitakan oleh <em>TV Arab Saudi dan diberitakan kembali oleh Nuansa Pagi RCTI (Selasa, 15 Januari 2002),</em> bahwa :</p>
<p style="text-align:justify;">Pada Hari Minggu, tanggal 13 January 2002, di Arab Saudi yang merupakan daerah gurun pasir yang sangat panas dimana matahari bersinar sepanjang hari, telah terjadi suatu fenomena alam yang langka, yaitu dengan turunnya salju dengan lebatnya. Tepatnya di daerah <em>Tabuk</em> 1500 km dari <em>Riyad (Ibukota Arab Saudi)</em> ketebalan salju mencapai 20 cm, dan di <em>Yordania</em> suhu mencapi titik beku (0 derajat celcius). Ternyata tahun-tahun terakhir ini di Jazirah Arab yang notabenenya gurun pasir panas, turunnya salju ini telah sering terjadi, tetapi hal ini ditutup-tutupi atau tidak dipublikasikan secara luas.</p>
<p style="text-align:justify;">Ada apa gerangan dengan terjadinya fenomena alam tersebut?…….</p>
<p style="text-align:justify;">Bagi umat Islam yang telah memahami ajaran Islam, turunnya salju di arab saudi ini bukan merupakan hal yang aneh, karena hal ini telah diterangkan oleh Nabi Muhammad SAW 1400 tahun yang lalu. Ketika para sahabat menanyakan kepada Rasulallah SAW mengenai kapan datangnya hari kiamat. Rasulallah SAW menjawab, bahwa pengetahuan mengenai datangnya hari kiamat hanya ada pada sisi Allah SWT.</p>
<p style="text-align:justify;">Tetapi Allah SWT telah memberitahukan tanda-tandanya kepada Rasulallah SAW, antara lain sebagaimana diterangkan dalam salah satu Hadist Rasulallh SAW: “<em>Hari Akhir tidak akan datang kepada kita sampai dataran Arab sekali lagi menjadi dataran berpadang rumput dan dipenuhi dengan sungai-sungai</em>” (HR Muslim). Dari Hadist Rasulallah SAW di atas ada beberapa informasi yang didapat:</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Informasi datangnya hari akhir / kiamat</li>
<li>Dahulu kala dataran / jazirah Arab pernah menjadi padang rumpur yang subur dan dipenuhi dengan sungai-sungai dan</li>
<li>Nanti, dataran Arab sekali lagi akan menjadi padang rumput dan dipenuhi dengan sungai-sungai, sebagai salah satu tanda datangnya hari kiamat.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Jauh-jauh hari sebelum terjadinya turun salju di Arab Saudi dewasa ini sebagaimana diberitakan di atas, para ilmuan dari King Abdul Aziz University (Arab Saudi) bekerja sama dengan para ilmuan barat dan manca negara telah melakukan penelitian ilmiah mengenai fenomena-fenomena alam yang diterangkan dalam Al-Quran dan Al-Hadist. Salah satunya mengkaji mengenai Hadist Rasulallah SAW di atas.</p>
<p style="text-align:justify;">Kajian ini antara lain dilakukan bersama dengan seorang orientalis, Profesor Alfred Kroner, seorang ahli ilmu bumi (geologi) terkemuka dunia, dari Department Ilmu Bumi Institut Geosciences, Johannes Gutenburg University, Mainz, Germany. Ketika ditanyakan kepada Prof. Korner oleh para Ilmuan King Abdul Aziz sebagaimana diterangkan dalam Islam dan Sains hal. 25-26 :</p>
<p style="text-align:justify;">Bagaimana Nabi Muhammad SAW bisa mengetahui bahwa dahulu kala jazirah/dataran Arab merupakan padang rumput yang subur dan dipenuhi oleh sungai-sungai yang mengalir?….. Karena Prof Korner tidak beriman kepada Al-Quran dan Al-Hadist, ia menjawab dengan tuduhan bahwa bisa saja Nabi Muhammad SAW mengetahui hal tersebut dari kitab-kitab lama seperti Jabur, Taurat dan Injil yang sering menceritakan bahwa dulu di dataran Arab merupakan padang rumput yang subur dengan banyaknya cerita tentang para pengembala ternak, cerita-cerita tentang kebun anggur dan cerita-cerita tentang pemilik perkebunan yang subur yang sering diceritakan dalam kitab-kitab tersebut. Atau bisa jadi Nabi Muhammad SAW menconteknya dari ilmuan-ilmuan dari Roma pada saat itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Menanggapi tuduhan Prof. Korner tersebut, Ilmuan King Abdul Aziz, menjawab OK, anda bisa saja menuduh seperti itu, tapi apakah keadaan dataran Arab yang subur dahulu kala itu bisa dibuktikan secara ilmiah pada masa Nabi Muhammad SAW hidup 1400 tahun yang lalu?…. Prof. Korner menjawab pada masa itu belum dapat dibuktikan, karena sains dan teknologinya tidak memungkinkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Apakah hal itu benar-benar terjadi dan dapat dibuktikan secara ilmiah dengan teknologi canggih dewasa ini?… Prof. Korner menjawab ya!.. dahulu dataran Arab dipenuhi dengan kebun-kebun yang subur dan sungai-sungai yang mengalir, dan secara ilmiah keadaan tersebut dapat dibuktikan. Prof Korner menjelaskan bahwa dahulu selama Era Salju (Snow Age), kemudian Kutub Utara icebergs perlahan-lahan bergerak ke arah selatan sehingga relatif berdekatan dengan Semenanjung Arab, pada saat itu iklim dataran Arab berubah dan menjadi salah satu daerah yang paling subur dan hijau di muka bumi. Ini merupakan fakta sains yang tidak bisa dibantah.</p>
<p style="text-align:justify;">Pertanyaan selanjutnya, bagaimana Nabi Muhammad SAW dapat mengetahui juga bahwa sekali lagi dataran Arab itu akan menjadi daerah yang subur dipenuhi kebun-kebun dan sungai-sungai sebagai tanda datangnya hari kiamat, padahal pada masa itu 1400 tahun yang lalu teknologinya belum memungkinkan untuk mengetahui hal tersebut dan informasi tersebut satupun tidak diterangkan baik dalam kitab-kitab terdahulu maupun dalam penelitian ilmuan-ilmuan Roma?……. Prof. Korner menjawab dengan malu-malu, bahwa Nabi Muhammad SAW dapat mengetahui informasi itu pasti dari sesuatu yang mengetahui betul mengenai alam ini (cuma Prof. Korner mengelak untuk mengatakan secara terus terang bahwa sebenarnya informasi itu datangnya dari Tuhan, Allah SWT yang paling tahu tentang alam ini, karena Dia-lah yang telah menciptakan dan mengaturnya).</p>
<p style="text-align:justify;">Dan apakah informasi yang dikabarkan Nabi Muhammad SAW 1400 yang lalu bahwa sekali lagi dataran Arab itu akan menjadi daerah yang subur dipenuhi kebun-kebun dan sungai-sungai benar-benar akan terjadi?….. Prof Korner menjawab dengan tegas ya!… karena sebenarnya proses itu sekarang sedang terjadi. Era Salju Baru (New Snow Age) sebenarnya telah dimulai, sekali lagi sekarang salju di kutub Utara sedang merangkak/bergeser perlahan-lahan ke arah selatan mendekati Semenanjung Arab. Hal ini dapat dibuktikan dengan fakta dan sains, dimana tanda-tanda itu nampak dengan jelas di dalam badai salju yang menghujani bagian utara Eropa dan Amerika setiap musim salju tiba. Dan sekarang terbukti bahwa salju telah beberapa kali turun di dataran Arab sebagaimana diberitakan TV Arab Saudi dan RCTI di atas.</p>
<p style="text-align:justify;">Kejadian di atas merupakan salah satu bukti yang telah dijanjikan Allah SWT bahwa firman-Nya yang disampaikan melalui Nabi Muhammad SAW dalam Al-Quran dan Al-Hadist adalah benar datang dari Tuhan pencipta alam semesta ini, yaitu Allah SWT. Sebagaiman firman Allah SWT : “<em>Al-Quran ini tidak lain hanyalah peringatan bagi semesta alam. Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui (kebenaran) berita Al-Quran setelah beberapa waktu lagi</em>” (QS. Shad :87-88)</p>
<p style="text-align:justify;">Wahai umat manusia di dunia, apalagi yang yang menghalagi kita untuk beriman bahwa: “Tiada Tuhan selaian Allah, dan Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah”……. padahal kebenarannya telah terbukti?…….. dan hari kiamat telah di depan mata???……</p>
<p style="text-align:justify;">Masih banyak lagi kebenaran tentang fenomena alam yang diterangkan dalam Al-Quran dan Al-Hadist yang dikabarkan 1400 tahun yang lalu yang baru terbukti secara ilmiah melalui penelitian sains dan teknologi canggih selama bertahuan-tahun sampai sekarang ini. Seperti kejadian manusia yang diterangkan secara rinci dalam Al-Quran yang baru terbukti secara ilmiah oleh ilmu kedokteran yang canggih dewasa ini, keterangan tentang tata surya kejadian gunung-gunung, kejadian laut dan keberadaan mata air tawar di dasar laut asin yang dalam, keterangan tentang saraf manusia, dan masih banyak lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">Al-Quran merupakan mu’jizat terbesar yang diberikan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW dibandingkan dengan mu’jizat-mu’jizat lain yang diberikan Allah kepada para nabi Allah SWT yang lain. Mu’jizat merupakan salah satu bukti yang diberikan Allah untuk menunjukkan kepada umat manusia bahwa seseorang yang diutus itu benar-benar merupakan nabi dan untusan Allah SWT.</p>
<p style="text-align:justify;">Mu’jizat diberikan Allah SWT disesuaikan dengan tarap berfikir masyarakat pada masa seorang nabi diutus Allah SWT kepada masyarakat terebut. Seperti mu’jizat nabi-nabi berikut ini: Dengan kekuasaan Allah SWT Nabi Ibrahim AS tidak mempu dibakar api, Nabi Musa AS dapat membelah laut merah dengan tongkatnya, Nabi Isa AS dapat menghidupkan orang mati dan menyembuhkan orang buta dll. Mu’jizat-mu’jizat tersebut dapat dengan mudah dilihat dan diketahui oleh masyarakat pada masa itu tanpa harus melakukan penelitian dan pengetahuan yang canggih, karena dapat disaksikan dengan mata telanjang oleh orang-orang yang menyaksikannya. Tetapi mu’jizat tersebut hanya bisa disaksikan pada masa itu saja dan tidak dapat dibuktikan kembali oleh masyarakat masa sekarang, masyarakat sekarang hanya bisa mengetahui informasi tersebut dari firman-firman Allah SWT dalam Kitab-kitab-Nya. Karena memang nabi-nabi terdahulu diutus Allah terbatas hanya untuk masyarakatnya saja yang hidup pada masa itu saja.</p>
<p style="text-align:justify;">Sementara Nabi Muhammad SAW merupakan nabi terakhir yang diutus Allah SWT untuk semua umat manusia di dunia sampai akhir zaman, sehingga mu’jizatnya yang terbesar berupa Al-Quran dapat dibuktikan oleh siapa saja kapan saja dan dimana saja sampai hari akhir, asalkan manusia mau mempelajari, mengkaji dan menelitinya.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Wallahu a’lam bish shawab</em></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><em><span style="text-decoration:underline;">http://www.mail-archive.com/itb@itb.ac.id/msg28967.html</span></em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/harunsetya.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/harunsetya.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/harunsetya.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/harunsetya.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/harunsetya.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/harunsetya.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/harunsetya.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/harunsetya.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/harunsetya.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/harunsetya.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/harunsetya.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/harunsetya.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/harunsetya.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/harunsetya.wordpress.com/44/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harunsetya.wordpress.com&amp;blog=11705786&amp;post=44&amp;subd=harunsetya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://harunsetya.wordpress.com/2010/02/14/salju-di-madinah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b085cf5b0834c903da731039fd04b590?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">harunsetya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Waktu yang Tersisa</title>
		<link>http://harunsetya.wordpress.com/2010/02/14/37/</link>
		<comments>http://harunsetya.wordpress.com/2010/02/14/37/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Feb 2010 15:26:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>harunsetya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[sisa]]></category>
		<category><![CDATA[waktu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://harunsetya.wordpress.com/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[Kau yang selalu menunda hari esok Ketahuilah….. Waktu yang tersisa Kau yang selalu menunda hari esok Ketahuilah….. Pada setiap waktu yang tiba pada setiap hari Pohon buruk itu akan semakin muda Tapi penebangnya makin tua dan lemah Semak belukar itu tumbuh dan menjalar (Sedang) pencabut akar makin renta dan ringkih Ia (hawa nafsu) bertambah muda [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harunsetya.wordpress.com&amp;blog=11705786&amp;post=37&amp;subd=harunsetya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">Kau yang selalu menunda hari esok</p>
<p style="text-align:center;">Ketahuilah…..<span id="more-37"></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#339966;"><strong>Waktu yang tersisa</strong></span></p>
<p style="text-align:center;">Kau yang selalu menunda hari esok</p>
<p style="text-align:center;">Ketahuilah…..</p>
<p style="text-align:center;">Pada setiap waktu yang tiba pada setiap hari</p>
<p style="text-align:center;">Pohon buruk itu akan semakin muda</p>
<p style="text-align:center;">Tapi penebangnya makin tua dan lemah</p>
<p style="text-align:center;">Semak belukar itu tumbuh dan menjalar</p>
<p style="text-align:center;">(Sedang) pencabut akar makin renta dan ringkih</p>
<p style="text-align:center;">Ia (hawa nafsu) bertambah muda dan kau makin tua</p>
<p style="text-align:center;">Bergegaslah, jangan sia-siakan umurmu</p>
<p style="text-align:center;">Semak belukar adalah perangai burukmu</p>
<p style="text-align:center;">Yang kelakk jadi lautan duri yang menusukmu</p>
<p style="text-align:center;">Tahun akan berlalu dan tiada lagi waktu untuk menanam</p>
<p style="text-align:center;">Tak ada hasil kecuali wajah hitam dan perbuatan buruk</p>
<p style="text-align:center;">Ulat pun masuk ke dalam pohon</p>
<p style="text-align:center;">Tiada jalan kecuali mencabut dan membakarnya</p>
<p style="text-align:center;">Hai musafir, jangan sampai kau terlambat</p>
<p style="text-align:center;">Mentari umurmu telah terbenam dalam sumur</p>
<p style="text-align:center;">Umurmu yang Cuma dua hari ini, segeralah</p>
<p style="text-align:center;">Senari ia dengan cahaya kedermawanan</p>
<p style="text-align:center;">Tanam semua benih yang masih ada di tanganmu</p>
<p style="text-align:center;">Hingga kau melihatnya berdaun dan berbuah</p>
<p style="text-align:center;">Sebelum pelita ini padam</p>
<p style="text-align:center;">Segera panjangkan sumbu dan beri ia minyakl</p>
<p style="text-align:center;">Jangan selalu katakan esok, karena esok adalah terlambat</p>
<p style="text-align:center;">(Bergegaslah) sebelum musim tanam lewat</p>
<p style="text-align:center;">Meninggalkan kelezatan dan hawa nafsu itu kemuliaan</p>
<p style="text-align:center;">Takkan selamat orang yang tenggelam dalam nafsu</p>
<p style="text-align:center;">Meninggalkan nafsu itu sungguh tali yang kuat</p>
<p style="text-align:center;">Yang menghantarkan ruh ke alam malaikat</p>
<p style="text-align:center;">Yusuf terjebak di dasar sumur</p>
<p style="text-align:center;">Dan talinya adalah bersabar pada perkara Allah</p>
<p style="text-align:center;">Yusuf datang dan pegang talinya</p>
<p style="text-align:center;">Jangan lepaskan tali itu, takkan ada lagi waktu</p>
<p style="text-align:center;">Ambil talinya dan keluarlah dari sumur</p>
<p style="text-align:center;">Hingga kau bisa melihat singasana  raja</p>
<p style="text-align:center;">Dengar perumpamaan ini, ada pencuri keras kepala</p>
<p style="text-align:center;">Yang menggali lubang di dasar dinding</p>
<p style="text-align:center;">Seorang yang setengah sadar dan sedang bersedih</p>
<p style="text-align:center;">Mendengar bunyi pelan galiannya</p>
<p style="text-align:center;">Dia naik ke atap dan melongok ke bawah</p>
<p style="text-align:center;">Tanyanya, apa yang sedang kau lakukan ?</p>
<p style="text-align:center;">Kalau baik, kenapa (kau lakukan) saat tengah malam</p>
<p style="text-align:center;">Wahai penabuh genderang</p>
<p style="text-align:center;">Pencuri menjawab, aku sedang menabuh genderang</p>
<p style="text-align:center;">Dia bertanya, lalu mana suara genderangmu</p>
<p style="text-align:center;">Jawabnya, esok kan kau dengar suaranya,</p>
<p style="text-align:center;">Yaitu jeritan kerugian dan kemalangan</p>
<p style="text-align:center;">Setelah aku pergi, kau dengar suara genderang</p>
<p style="text-align:center;">Pada saat itu, kau akan tahu apa yang telah terjadi</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/harunsetya.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/harunsetya.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/harunsetya.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/harunsetya.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/harunsetya.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/harunsetya.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/harunsetya.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/harunsetya.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/harunsetya.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/harunsetya.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/harunsetya.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/harunsetya.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/harunsetya.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/harunsetya.wordpress.com/37/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harunsetya.wordpress.com&amp;blog=11705786&amp;post=37&amp;subd=harunsetya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://harunsetya.wordpress.com/2010/02/14/37/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b085cf5b0834c903da731039fd04b590?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">harunsetya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dunia Dakwah → Dunia Ekslusif</title>
		<link>http://harunsetya.wordpress.com/2010/01/30/31/</link>
		<comments>http://harunsetya.wordpress.com/2010/01/30/31/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Jan 2010 17:09:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>harunsetya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Aktivis]]></category>
		<category><![CDATA[Eksklusif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://harunsetya.wordpress.com/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[Begitulah sedikit gambaran para Aktivis dakwah dikalangan mahasiswa yang bergabung dalam dunia dakwah. Dunia yang didalamnya orang-orangnya tidak digaji tetapi mereka mau bekerja. Dunia yang didalamnya tidak ada kata menyerah sekalipun gagal dan gagal lagi. Dunia yang didalamnya terlihat begitu eksklusif oleh para mahasiswa mahasiswi biasa Dunia Dakwah → Dunia Ekslusif Mahasiswa berjanggut tipis dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harunsetya.wordpress.com&amp;blog=11705786&amp;post=31&amp;subd=harunsetya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Begitulah sedikit gambaran para Aktivis dakwah dikalangan mahasiswa yang bergabung dalam dunia dakwah. Dunia yang didalamnya orang-orangnya tidak digaji tetapi mereka mau bekerja. Dunia yang didalamnya tidak ada kata menyerah sekalipun gagal dan gagal lagi. Dunia yang didalamnya terlihat begitu eksklusif oleh para mahasiswa mahasiswi biasa<span id="more-31"></span></p>
<h2 style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;"><strong>Dunia Dakwah </strong>→<strong> Dunia Ekslusif</strong></span></h2>
<h2 style="text-align:justify;"><strong> </strong></h2>
<p style="text-align:justify;">Mahasiswa berjanggut tipis dan berparas bersih, rapi, dengan tampilan Islami tapi tetap modern dengan ciri khas senyum di wajahnya sebagai bagian dari sedekahnya seringkali tampak berkumpul-kumpul dimesjid kampus. Duduk membentuk lingkaran dengan kelompok-kelompok lengkap dengan Al-Qur’an ditangan. Satu orang pemimpin (Murabbi) <em>Halaqah</em> tersebut memberikan materi-materi yang menyegarkan bagi pada Da’i-Da’i muda. Mahasiswinya memiliki ciri khas dengan jubah besar dan jilbab besar plus senyum buat sesamanya. Jika bertemu sesamanya selalu bersalaman dengan cara salaman yang khas yang membuat mereka terlihat begitu akrab.</p>
<p style="text-align:justify;">Begitulah sedikit gambaran para Aktivis dakwah dikalangan mahasiswa yang bergabung dalam dunia dakwah. Dunia yang didalamnya orang-orangnya tidak digaji tetapi mereka mau bekerja. Dunia yang didalamnya tidak ada kata menyerah sekalipun gagal dan gagal lagi. Dunia yang didalamnya terlihat begitu eksklusif oleh para mahasiswa mahasiswi biasa. Banyak lembaga organisasi yang mereka ikuti mulai dari UKMI (Unit Kegiatan Mahasiswa Islam), KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia), dan masih banyak lagi yang memiliki satu visi dan misi.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagian mahasiswa biasa berfikir kalau kehidupan para orang yang bekerja didunia dakwah ini bergaulnya sesama mereka saja. Tidak banyak tingkah, tidak suka tertawa berlebihan, bahkan cenderung serius dan keras dalam menanggapi sesuatu. Kalau bicara dengan lawan jenis tidak pernah melihat lawan bicaranya secara langsung, seperti kucing-kucingan</p>
<p style="text-align:justify;">Banyak mahasiswa biasa terus terang menjadi geli melihat para aktivis dakwah tersebut bila sedang membicarakan sesuai dengan cara seperti itu. Tapi ada juga yang mengganggap itulah dunia mereka. Dunia eksklusif. Dan ada yang sampai mengatakan “Hmm kita ini hanya orang biasa, ngapain dipikiri tingkah laku mereka..mereka ya mereka”. Banyak juga merasa tidak mungkin bergaul dengan dunia seperti itu. Dunia eksklusif.</p>
<p style="text-align:justify;">Banyak yang mencoba bergabung dengan dunia ini tetapi banyak juga yang kabur karena tak nyaman rasanya berada di lingkungan tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Mengenal dakwah, dunia dakwah, setelah dalam proses waktu panjang membuat orang lain memahami. Mereka mungkin tak menyadari keeksklusifan itu. Dan bila tak ada yang mengingatkan tentu mereka tetap tak menyadari, atau bisa jadi mereka tahu, hanya mereka punya alasan sendiri mengapa harus ekslusif. Rupanya ini yang kadang membuat orang di luar komunitas mereka berpikir lain. Hal ini tidak hanya terjadi di dunia nyata, di dunia cyberpun sering menuai protes. Ketika komunikasi dalam milis ataupun saat conference untuk berdiskusi tentang banyak hal mulai sering digunakan kata-kata antum, anti dan yang lainya. “Aku merasa berada di planet lain” ungkap seorang teman dengan bahasa lugasnya. Adalagi yang bilang “ Bahasa Indonesia sudah gak berfungsikah?” Bahkan ada yang bilang” Di daerah kami juga populer istilah, ikhwan atau akhwat yg menyempit maknanya, sehingga ada suatu percakapan, &#8230; : &#8220;oh dia bukan akhwat kok dia cuman cewek&#8221;, padahal Allah berfirman : &#8220;Artinya : ”<em>Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara,..</em> &#8221; (QS Al-Hujuraat :10) hmmm, apakah yang bukan anggota &#8230; adalah bukan ikhwan or akhwat ya?”. Padahal arti dari kata ikhwan adalah saudara laki-laki dan akhwat adalah saudara perempuan. Mengapa sekarang sudah menyempit maknanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Hal di atas adalah sebagian kecil dari banyak pendapat tentang keekslusifan para Mahasiswa yang terjun di dunia dakwah. Sekarang bagaimana dengan mereka menyikapi hal ini? Bukankah pendapat ini harus diluruskan, bila ingin menjangkau lahan dakwah di berbagai lapisan masyarakat ? Kalau boleh mengadaptasi kata-kata Aa Gym “Aku aman bagimu” dirubah menjadi “Aku nyaman bagimu” mungkin lebih pas dan cocok untuk diterapkan. Semua bisa merasa nyaman bila berada di dalam dan di luar dunia dakwah ini.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://harunsetya.files.wordpress.com/2010/01/allah-33.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-30" title="Allah (3)" src="http://harunsetya.files.wordpress.com/2010/01/allah-33.jpg?w=150&#038;h=150" alt="" width="150" height="150" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> Setya Harun</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/harunsetya.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/harunsetya.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/harunsetya.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/harunsetya.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/harunsetya.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/harunsetya.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/harunsetya.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/harunsetya.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/harunsetya.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/harunsetya.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/harunsetya.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/harunsetya.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/harunsetya.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/harunsetya.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harunsetya.wordpress.com&amp;blog=11705786&amp;post=31&amp;subd=harunsetya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://harunsetya.wordpress.com/2010/01/30/31/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b085cf5b0834c903da731039fd04b590?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">harunsetya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://harunsetya.files.wordpress.com/2010/01/allah-33.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Allah (3)</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DNA Sampah Ternyata Memiliki Fungsi</title>
		<link>http://harunsetya.wordpress.com/2010/01/30/14/</link>
		<comments>http://harunsetya.wordpress.com/2010/01/30/14/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Jan 2010 16:51:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>harunsetya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Biologi]]></category>
		<category><![CDATA[Darwin]]></category>
		<category><![CDATA[DNA]]></category>
		<category><![CDATA[Evolusi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://harunsetya.wordpress.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[DNA Sampah adalah salah satu mitos yang ditebarkan oleh pengikut Darwinisme dalam literatur biologi yang digunakan untuk mendukung teori evolusinya DNA Sampah Ternyata Mempunyai Fungsi DNA Sampah adalah salah satu mitos yang ditebarkan oleh pengikut Darwin dalam literatur biologi. Istilah tersebut mengacu kepada bagian dari DNA yang dianggap tidak mempunyai fungsi sama sekali. Evolusionis menggunakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harunsetya.wordpress.com&amp;blog=11705786&amp;post=14&amp;subd=harunsetya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">DNA Sampah adalah salah satu mitos yang ditebarkan oleh pengikut Darwinisme dalam literatur biologi yang digunakan untuk mendukung teori evolusinya<span id="more-14"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;"><strong>DNA Sampah Ternyata Mempunyai Fungsi</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">DNA Sampah adalah salah satu mitos yang ditebarkan oleh pengikut Darwin dalam literatur biologi. Istilah tersebut mengacu kepada bagian dari DNA yang dianggap tidak mempunyai fungsi sama sekali. Evolusionis menggunakan anggapan ini untuk mendukung pandangan keliru mereka bahwa manusia dan makhluk hidup yang lain adalah hasil dari proses evolusi yang buta dan kebetulan.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun, penelitian pada beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa istilah ‘DNA Sampah’ adalah sangat menyesatkan. Fungsi-fungsi penting dari bagian yang disebut ‘sampah’ dari DNA ini telah ditemukan sehingga konsep ‘DNA Sampah’ hanya menunjukkan perwujudan dari ketidakpedulian.</p>
<p style="text-align:justify;">Pukulan pada mitos ‘DNA Sampah’ datang baru-baru saja dari sebuah penelitian tentang protein yang mengandung cohesin. Dalam Science Daily, pada sebuah artikel bertajuk “Essential Cell Division &#8216;Zipper&#8217;Anchors To So-Called Junk DNA” (Protein penting dalam pembelahan sel berikatan dengan apa yang disebut sebagai ‘DNA Sampah’), dilaporkan hal berikut ini:</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam sebuah penelitian baru pada Nature edisi 29 Agustus, peneliti pada Ehe Wistar Institute mengidentifikasi sebuah kompleks protein yang mengandung cohesin yang mengubah bentuk chromatin agar cohesin dapat menempel pada DNA. Mereka juga mengidentifikasi lokasi penempelan cohesin pada genom manusia. Tanpa mereka sangka, tempat penempelan itu adalah sekuen DNA berulang yang ditemukan tersebar di dalam genom manusia yang sebelumnya belum diketahui fungsinya. Sekuen DNA ini, dikenal sebagai sekuen berulang Alu, dapat ditemukan hampir di setiap tempat pada sekuen panjang dari genom manusia yang tidak diketahui mengontrol fungsi genetik secara langsung. Karena tanpa fungsi genetik yang jelas itulah ia disebut ‘DNA Sampah’.</p>
<p style="text-align:justify;">“Satu hal yang menarik bagi kami adalah ada 500 ribu hingga 1 juta sekuen berulang Alu di dalam genom manusia, “ kata Ramin Shiekhattar, Ph.D., seorang professor pada The Wistar Institute dan penulis senior pada penelitian itu. “Sekuen ini sangat biasa ditemui, dan sangat masuk akal jika salah satu fungsinya adalah menjadi tempat penempelan dari protein pengikat, cohesin, agar DNA yang sedang digandakan tetap bersatu hingga saatnya dipisahkan. Tempat pengikatan yang banyak tentunya diperlukan agar sistem seperti ini bekerja. Tempat itu tidak mungkin sekuen yang unik.”1</p>
<p style="text-align:justify;">Konsep ‘DNA Sampah’ sangat mirip dengan konsep ‘organ peninggalan’, argumentasi basi yang diajukan oleh pengikut Darwin lebih dari seabad yang lalu. Konsep itu sebenarnya merupakan cerita yang menarik: sebagaimana kata para evolusionis, ada di dalam tubuh beberapa makhluk sejumlah organ yang tidak berfungsi. Ini diwariskan dari nenek moyang dan secara perlahan menjadi ‘peninggalan’ karena tidak dipakai.</p>
<p style="text-align:justify;">Keseluruhan anggapan itu sangat tidak ilmiah, dan sepenuhnya berdasarkan pada kurangnya pengetahuan. Organ ‘peninggalan’ ini pada kenyataannya adalah organ yang fungsinya belum diketahui.</p>
<p style="text-align:justify;">Petunjuk yang paling baik dari hal ini adalah penurunan sedikit demi sedikit tapi pasti jumlah ‘organ peninggalan’ dari daftar panjang para evolusionis.</p>
<p style="text-align:justify;">‘DNA Sampah’ adalah versi moderen dari anggapan lama tentang ‘organ peninggalan’. Dan ini pun bercacat seperti anggapan tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Yang benar adalah tidak ada ‘organ peninggalan’ ataupun ‘DNA Sampah’ di dalam tubuh manusia karena manusia tidak berevolusi dari makhluk lain buah dari suatu kebetulan, tetapi diciptakan dalam bentuknya yang sempurna dan komplit sebagaimana sekarang.</p>
<p style="text-align:right;">(Era Muslim)</p>
<p style="text-align:justify;">
<p><a href="http://harunsetya.files.wordpress.com/2010/01/allah-32.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-17 alignnone" title="Allah (3)" src="http://harunsetya.files.wordpress.com/2010/01/allah-32.jpg?w=150&#038;h=150" alt="" width="150" height="150" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:right;">
<p style="text-align:right;">
<p style="text-align:right;">
<p style="text-align:right;">
<p style="text-align:right;">
<p style="text-align:right;">
<p style="text-align:right;">
<p style="text-align:right;">
<p style="text-align:right;">
<p style="text-align:right;">
<p style="text-align:right;">
<p style="text-align:right;">
<p style="text-align:right;">
<p style="text-align:right;">
<p style="text-align:right;">
<p style="text-align:right;">
<p style="text-align:right;">
<p style="text-align:right;">
<p style="text-align:right;">
<p style="text-align:right;">
<p style="text-align:right;"><strong>HARUN YAHYA</strong></p>
<p style="text-align:center;"><em>Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah. Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang, dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuhmu. </em><br />
(QS. Al Infithaar, 82:6-8)</p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/harunsetya.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/harunsetya.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/harunsetya.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/harunsetya.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/harunsetya.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/harunsetya.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/harunsetya.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/harunsetya.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/harunsetya.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/harunsetya.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/harunsetya.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/harunsetya.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/harunsetya.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/harunsetya.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harunsetya.wordpress.com&amp;blog=11705786&amp;post=14&amp;subd=harunsetya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://harunsetya.wordpress.com/2010/01/30/14/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b085cf5b0834c903da731039fd04b590?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">harunsetya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://harunsetya.files.wordpress.com/2010/01/allah-32.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Allah (3)</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
