Dunia Dakwah → Dunia Ekslusif
Begitulah sedikit gambaran para Aktivis dakwah dikalangan mahasiswa yang bergabung dalam dunia dakwah. Dunia yang didalamnya orang-orangnya tidak digaji tetapi mereka mau bekerja. Dunia yang didalamnya tidak ada kata menyerah sekalipun gagal dan gagal lagi. Dunia yang didalamnya terlihat begitu eksklusif oleh para mahasiswa mahasiswi biasa
Dunia Dakwah → Dunia Ekslusif
Mahasiswa berjanggut tipis dan berparas bersih, rapi, dengan tampilan Islami tapi tetap modern dengan ciri khas senyum di wajahnya sebagai bagian dari sedekahnya seringkali tampak berkumpul-kumpul dimesjid kampus. Duduk membentuk lingkaran dengan kelompok-kelompok lengkap dengan Al-Qur’an ditangan. Satu orang pemimpin (Murabbi) Halaqah tersebut memberikan materi-materi yang menyegarkan bagi pada Da’i-Da’i muda. Mahasiswinya memiliki ciri khas dengan jubah besar dan jilbab besar plus senyum buat sesamanya. Jika bertemu sesamanya selalu bersalaman dengan cara salaman yang khas yang membuat mereka terlihat begitu akrab.
Begitulah sedikit gambaran para Aktivis dakwah dikalangan mahasiswa yang bergabung dalam dunia dakwah. Dunia yang didalamnya orang-orangnya tidak digaji tetapi mereka mau bekerja. Dunia yang didalamnya tidak ada kata menyerah sekalipun gagal dan gagal lagi. Dunia yang didalamnya terlihat begitu eksklusif oleh para mahasiswa mahasiswi biasa. Banyak lembaga organisasi yang mereka ikuti mulai dari UKMI (Unit Kegiatan Mahasiswa Islam), KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia), dan masih banyak lagi yang memiliki satu visi dan misi.
Sebagian mahasiswa biasa berfikir kalau kehidupan para orang yang bekerja didunia dakwah ini bergaulnya sesama mereka saja. Tidak banyak tingkah, tidak suka tertawa berlebihan, bahkan cenderung serius dan keras dalam menanggapi sesuatu. Kalau bicara dengan lawan jenis tidak pernah melihat lawan bicaranya secara langsung, seperti kucing-kucingan
Banyak mahasiswa biasa terus terang menjadi geli melihat para aktivis dakwah tersebut bila sedang membicarakan sesuai dengan cara seperti itu. Tapi ada juga yang mengganggap itulah dunia mereka. Dunia eksklusif. Dan ada yang sampai mengatakan “Hmm kita ini hanya orang biasa, ngapain dipikiri tingkah laku mereka..mereka ya mereka”. Banyak juga merasa tidak mungkin bergaul dengan dunia seperti itu. Dunia eksklusif.
Banyak yang mencoba bergabung dengan dunia ini tetapi banyak juga yang kabur karena tak nyaman rasanya berada di lingkungan tersebut.
Mengenal dakwah, dunia dakwah, setelah dalam proses waktu panjang membuat orang lain memahami. Mereka mungkin tak menyadari keeksklusifan itu. Dan bila tak ada yang mengingatkan tentu mereka tetap tak menyadari, atau bisa jadi mereka tahu, hanya mereka punya alasan sendiri mengapa harus ekslusif. Rupanya ini yang kadang membuat orang di luar komunitas mereka berpikir lain. Hal ini tidak hanya terjadi di dunia nyata, di dunia cyberpun sering menuai protes. Ketika komunikasi dalam milis ataupun saat conference untuk berdiskusi tentang banyak hal mulai sering digunakan kata-kata antum, anti dan yang lainya. “Aku merasa berada di planet lain” ungkap seorang teman dengan bahasa lugasnya. Adalagi yang bilang “ Bahasa Indonesia sudah gak berfungsikah?” Bahkan ada yang bilang” Di daerah kami juga populer istilah, ikhwan atau akhwat yg menyempit maknanya, sehingga ada suatu percakapan, … : “oh dia bukan akhwat kok dia cuman cewek”, padahal Allah berfirman : “Artinya : ”Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara,.. ” (QS Al-Hujuraat :10) hmmm, apakah yang bukan anggota … adalah bukan ikhwan or akhwat ya?”. Padahal arti dari kata ikhwan adalah saudara laki-laki dan akhwat adalah saudara perempuan. Mengapa sekarang sudah menyempit maknanya.
Hal di atas adalah sebagian kecil dari banyak pendapat tentang keekslusifan para Mahasiswa yang terjun di dunia dakwah. Sekarang bagaimana dengan mereka menyikapi hal ini? Bukankah pendapat ini harus diluruskan, bila ingin menjangkau lahan dakwah di berbagai lapisan masyarakat ? Kalau boleh mengadaptasi kata-kata Aa Gym “Aku aman bagimu” dirubah menjadi “Aku nyaman bagimu” mungkin lebih pas dan cocok untuk diterapkan. Semua bisa merasa nyaman bila berada di dalam dan di luar dunia dakwah ini.
Setya Harun



“Banyak yang mencoba bergabung dengan dunia ini tetapi banyak juga yang kabur karena tak nyaman rasanya berada di lingkungan tersebut.”
benar..beginilah kenyataannya..tapi, terkadang kita sudah bertindak terbuka, tidak eksklusif tapi pandangan temen-temen di luar masih berpikir kita bertindak eksklusif..
Seleksi Allah…
Allah memilih diantara hamba-hamba-Nya yang menjadi pilihan Allah..